Wednesday, 15 June 2016

Baju Lukis Unik dan Nyaman Dikenakan



Hallo good people!
Saat ini dunia semakin menjejaki ke era modern yang serba canggih dan semakin kreatif. Dari sepatu lukis hingga baju lukis sekarang sudah menjadi hasil kreasi para pelaku UKM, mas Djarot lukis salah satunya. Motivasi pertama membuka usaha baju lukis ini diawali dari pengamatannya bahwa baju merupakan pakaian yang multi fungsi dan konsumen selalu mengikuti era dalam minatnya, mereka selalu ingin suatu yang unik, baru, dan kreatif. Bahkan baju yang dilukis bisa menjadi media untuk mencurahkan seni dan menyampaikan makna keindahan.

 Foto diambil oleh Ceu Dien pada Rabu, 15 Juni 2016
Seperti namanya, baju lukis adalah baju yang terdapat desain lukisan pada baju tersebut yang dibuat dengan cara manual dan bantuan airbrush. Yang memberdakan baju lukis ini dengan baju sablon tentunya terletak pada teknik pengerjaannya. Sedangkan untuk cat atau bahanpembuatan desain, kaos lukis juga sering menggunakan cat non rubber. Tidak mau kalah, kaos lukis juga menampilkan desain menarik dan unik seperti baju sablon, baik berupa tulisan, gambar, sketsa wajah, karikatur lucu, dan lainnya. Dengan teknik yang penuh gerakan jari seni ini hasilnya tentu sangat terkesan mewah dan berkualitas. Cat yang digunakan pun juga tidak luntur dan tahan lama. Tekstur dari baju ini tidak rata seperti hasil sablon dan tidak menggumpal pada bagian lukisannya. Sangat anggun dikenakan dan nyaman tentunya.  
 Foto diambil oleh Ceu Dien pada Rabu 15 Juni 2016
Meskipun dibuat dengan teknik  yang dikatakan cukup rumit yaitu melalui melukis manual dan banyak membutuhkan waktu, untuk perawatan baju lukis ini sama sekali tidak rumit dan tidak jauh berbeda dengan baju sablon atau lainnya. Namun biasanya untuk menjaga lukisan agar tetap awet, hindari menyikat pada bagian gambar ketika mencuci dan juga jangan menyetrika pada bagian gambar. Trik ketika menyetrika sebaiknya baju dibalik terlebih dahulu sehingga baju tetap tidak kusut dan terlihat tetap rapi.

Baju lukis ini cukup mudah kita dapatkan, terutama di daerah Bandung. Biasanya dijual sekitar 150 ribu hingga 200 ribu per biji. Cara mendapatkannya pun sekarang sudah bisa online karena memang kreativitas harus mengikuti perkembangan zaman di era digital ini bukan?
Foto diambil oleh Ceu Dien pada 15 Juni 2016

Salah satu pengusaha yang saya percaya hasil juga kualitasnya di baju lukis ini adalah mas Djarot. Prioritas utama saya selain keindahan dari baju saya juga sangat  mempertimbangkan bahannya nyaman untuk dikenakan dan saya sangat betah mengenakan baju lukis hasil karya mas Djarot ini. Lokasi pembuatan baju lukisnya di daerah Banjaran, Bandung, Jawa Barat. Mas Djarot melalui jari kreatifnya juga membuat desain lain sesuai dengan permintaan kita, seperti sketsa wajah dan gambar lainnya. Sangat saya rekomendasikan untuk teman-teman yang suka dengan kreativitas dan keunikan. Pas banget apalagi kalau kalian mau memberikan hadiah kepada ibu, adik, keluarga, atau teman. O ya, kalau mau menghubungi mas Djarot bisa langsung ke facebooknya ‘Mas Djarot Lukis’ atau via WhatsApp di +62852-2425-7897.

Let’s having original ideas which have values.  
Have a great day good people!

Cheers

Monday, 9 May 2016

Tangan Tuhan masih 'Bekerja'


Saya coba sekali lagi, dengan segala upaya kemudian saya mengatakan saya berhasil kali ini. Meskipun yang terpampang nama saya tidak disebutkan. Tapi Tuhan membisikkan kebahagiaan.

Lelah, tapi prestasi baru sudah saya buat. Berani melawan ketakutan dan menantang untuk melampaui diri. Saya menangis namun percayalah saya baik-baik saja. Karena air mata ini menjadi titik langkah awal kembali dengan energi yang positif, baru, dan lebih mantap kemana arah yang seharusnya tertuju untuk masa depan di dunia ini.

I’m a young lady, officially turned into 2* years old in this 7th May 2016. (Aaaakkkk tua. hahaha)

Saya mau mencoba menulis segala hal yang saya rasakah, alasan melangkah maju atau mundur, atau bahkan berhenti sejenak. Apa yang saya tulis bisa jadi orang yang membaca pernah atau sedang mengalami hal yang sama dengan saya, dan percayalah bahwa apa yang kita jalani saat ini bukan ‘too much’ God always said that it is ‘enough’ for us. Jangan ragukan itu. Jangan malu ketika mengeluarkan air mata di depan orang lain, tapi tetaplah pasang jiwa ‘pantang menyerah’ dalam hati kecil, as a fuels, life booster, and the power indeed.

Lama sekali saya tidak bercerita, mau menceritakan namun takut ini terlalu pribadi untuk diceritakan. Saya akan memulai dari refleksi saya dua tahun terakhir, tantangan dan fever pitch.
1. Saya bertemu banyak sahabat dari Sabang-Merauke semenjak tahun 2013. Mengajarkan saya bahwa ternyata ada loh ‘saudara ketemu gede’ itu. Pribadi SMA saya yang agak pendiam dan tertutup perlahan mulai bisa dan berani untuk berkata, berpendapat, bergerak, dan tentunya lebih berani untuk menjadi diri sendiri.
2. I’m a student and I’m a freelancer. Saat ini masih kuliah semester 4 di Universitas Padjadjaran dan sebagai digital marketing dari UKM2 di Jakarta
3. Soon to be creative-sociopreneur! Apa ya? Jadi saya sudah mulai belajar untuk menjadi penjahit, dari uang gaji saya mengumpulkan modal untuk mulai wirausaha
4. Enggak minta uang ke orang tua. Some this might sounds great, karena menjadi mandiri bisa jadi idaman. However, saya mandiri berawal dari keterpaksaan untuk melampaui diri, bertahan hidup di tanah rantauan, dan agar tetap bisa menjalankan passion untuk berbagi. Thanks a lot untuk para kakak2 yang ketemu gede, kak Windi, kak Isra, kak Depay, Teh Rina, kak Rita, kak Teguh, kak Vino, kak Agustina, bg Az, kak Dini Fitria, dan kakak2 lainnya yang menjadi penguat dan memberikan power tersendiri untuk selalu ‘move on’ (pindah) dalam artian perasaan, mimpi, karya, dsb. Para mentor kece dari Sahabat Pulau dan GMB ^^
5. Finally, saya berhasil untuk berani berkata ‘NO’ atas beberapa tawaran. Sangat penting menurut saya ketika kita berani tidak berarti kita berani pula untuk memertahankan apa yang harus kita pertahankan untuk menjadi prioritas. Singkatnya ditawari jabatan dalam organisasi di kampus. Sebaliknya, jika kita sudah berkata 'YES' we should know that we need to keep our commitment, consistency, and consequences. Kita bebas memilih, orang bebas memberikan saran. The one thing that we need to know, jangan lupa untuk melibatkan hati kecil dalam pengambilan keputusan, even keputusan yang penuh dengan logika sekalipun. I’m a great believer, bahwa hati kecil tidak pernah salah.
6. I’m ready. Yaps, setelah sekian saya berhenti sejenak, merenungi dan mencoba menggambar masa depan mau seperti apa, saya harus lebih siap ‘kembali ke kulit’. Alhamdulillah, saya sekarang jauh bisa mengenal diri saya, berikut kapasitas saya sehingga saya tidak sembrono dan asal bilang ‘iya’ ketika diberi tugas atau amanah. Hehehe
7. Organisasi dalam kampus? Duhh, saya kupu-kupu nih :p Tapi tidak apa kita menjadi kupu-kupu sekarang, asal kita tahu langkap untuk memilih, toh bisa jadi gaya ngampus kita adalah strategi kita raih cita-cita bukan? Waktu senggang saya gunakan untuk pelatihan intens via online, sepeti tentang public speaking, bahasa ingris, menjahit, bertemu teman dan bekerja. Hehehehe
8. Tiga client saat ini. Alhamdulillah
9. Fokus untuk selanjutnya : Bisnis (to upgrading both my personally and professionally skills), apply for exchange (dengan lambang Garuda dan atas nama Indonesia), volunteering (cause I’m passionate in community development) dan kuliah (kuy, cepet lulus deh mbak Pika)

(to be continued)