Tuesday, 20 October 2015

Manis Bukan Permen, Tipis Bukan Keripik #SmescoNV

Sumber : www.facebook.com/tintinchips
diambil pada tanggal 20 Oktober 2015 pada pukul 21:59:41 WIB



Mari menikmati moment bersama dengan penuh makna bersama #tintinchips.
Sebagai generasi muda sudah seharusnya kita mendukung Usaha Kecil Menengah yang berbasis sosial juga mampu menjunjung tinggi nama Indonesia dengan produk yang punya potensi untuk daya saing di era global. Disamping mendukung pangan lokal Indonesia, tintinchips juga menggunakan kemasan yang sangat menunjukkan identitas lokal yaitu Bandung. Ya, berbagai tempat jelajah yang mencirikan Bandung tergambar secara menarik pada kemasan #tintinchips. Memang ide merupakan suatu hal sangat berharga dan mahal harganya apalagi jika ide yang telah diuangkan dalam bentuk realisasi maka luar biasa itu jawabnya. Termasuk ide #smesco untuk mengajak kita untuk menulis juga merupakan realisasi yang sangat luar biasa.
Tahukah kalian, bahan yang digunakan dalam pembuatan kue ini 100% diambil dari perkebunan lokal. Rasa dan kejaminan higienis titinchips pun tak perlu diragukan, pasalnya pelanggan suka membeli kue yang berbentuk tipis ini untuk kalangan anak-anak bahkan hingga tua dan bahannya asli dari perkebunan juga aman dan enak. Tak ada lagi alasan untuk tidak bangga terhadap kekayaan dan potensi sumber daya lokal dan tentunya akan menjadi suatu kebanggaan jika kita bisa memaksimalkan dan menggunakan sumber daya tersebut dalam satu nama Indonesia.

Ketika setiap keping tintinchips masuk mulur lumernya bikin mau dan mau lagi, hmmm sensasinya membahana!

Berbicara mengenai brand #tintinchips ini, dari namanya saja sudah lucu. “Apa sih #tintinchips itu?” pertanyaan itulah yang seketika muncul sebagai kesan pertama para sahabat #tintinchips mencoba mengekspresikan makna dibalik nama keren itu. Penasaran? Mau tahu banget? Nah tintinchips ini dari tintin dan chips. Tintin merupakan nama ibu dari sang pencetus sedangkan chips sendiri hadir sebagai pend eskripsian bentuk kuenya yang tipis seperti kepingan chips. Wahh, keren sekali ya! Bangga Indonesia punya lokal brand . Manis bukan permen, tipis bukan keripik. Bandung punya donk! 

Memang benar kata orang bijak, bahwa manusia hadir untuk saling memberikan cinta dan saling melengkapi. Sama halnya pula yang menjadi salah satu visi dari tintinchips yaitu memberdayaan para ibu dari anak disabilitas sebagai wujud cinta besarnya. Siapa yang tidak terharu dan seketika pasti tergurah semangat kita jika visi kemanusiaan terkandung hadir didalamnya ketika nilai dari belajar tak lepas dari pengabdian. Pastinya dengan kita merealisasikan suatu ide nilai kemanusiaan untuk menciptakan arti dan ketulusan untuk berbagi terselip didalamnya. Jika kita bisa berbagi hari ini, kenapa harus menunggu besok? 

Ingin tahu lebih mendalam mengenai #tintinchips follow @tintinchips di instagram dan selalu ikuti informasi aktual dari SMESCO di website http://www.smescoindonesia.com

Saya bangga akan produk lokal Indonesia. Kamu?



Friday, 25 September 2015

Hingga Aku Mati Rasa

Sempat beberapa bulan terakhir aku mengalami perasaan yang teramat membuatku menjadi perempuan yang sangat beruntung, namun disisi lain aku mengalami kekacauan dalam hati dan diriku.
"Aku tidak ingin kamu menikah dengan perempuan lain, jika kau bertanya apa mauku itu jawabannya. Namun jawabanku terkesan egois bukan? Maafkan aku, dua tahun belakangan ini aku jatuh cinta padamu"


Kehadiran lelaki itu datang disaat aku jatuh dalam kehidupan. Kehadirannya membuatku menjadi cinta pada diriku sendiri, menyadari bahwa cinta yang membawa ilusi menghantarkan ku dan aku jatuh cinta padanya. Perasaan dan hati singgah, yang sebelumnya tertutup erat-erat. Apalah, aku pikir aku hanya terlibat dalam drama cinta abal-abal. Awalnya seperti itu. Naun ternyata, jatuh cinta memang cara yang paling mudah dan mengalir untuk bunuh diri. Hingga akhirnya aku selalu menempatkan diriku di dekat orang-orang. Namun saat ini aku sendiri. Air mataku tak terbendung lagi. Tugas kuliah, komunitas, organisasi yang di dalamnya terdapat tanggung jawabku aku tak berani mengatur kembali. Aku takut akan waktu. Waktu terus berjalan. Ketika aku ingat waktu ternyata mendekati akhir tahun kemudian tahun depan. Katanya dia mah menikah. Perasaanku tercabik-cabik. Aku tak bisa berkata apa-apa. Aku hanya ingin sendiri akhir-akhir ini. Anehnya aku mulai mati rasa ketika hidup aku berantakan. Aku mendekatkan diri kepada Sang Kholiq. Apalah daya, selalu hadir sosok laki-laki itu ketika tidur. Mimpi buruk,dia menikah. Ya Tuhan, kenapa aku menjadi lemah begini. Aku tak ngerti dan tak paham bahkan dengan diriku sendiri. Aku menjadi pendiam. Aku mencoba profesional, tapi ternyata aku menuntut diriku menjadi robot. Ya, aku mati rasa.
can you imagine that, a man that already being a part of your life, a man that you dreaming for liffe ahead. Ya Tuhan jika cinta memang harus diperjuangkan, aku tak mampu untuk memperjuangkan cinta ini. Aku sakit namun aku tak merasakan. Jika aku memperjuangkan, kasihan laki-laki itu, he has his rights to choosr his future wife.


Aku mau pergi, tapi tidak bisa. Kata sahabat, jangan biarkan hati mengontrol pikiran disaat seperti ini. Namun aku sekarang sangat tak berdaya, apalagi ketika orang-orang menyebut namanya didepanku. Ingin rasanya aku pergi dan sendiri, dan sering aku terngiang ingin pingsan.
aku belum menemukan solusi, aku harus bagaimana. Love comes naturally, dan aku hanya bisa memperbaiki diri. Aku serahkan pada-Mu. Tak ada masalah yang tak bisa dipecahkan, dan Kau hadirkan masalah beserta solusi. Aku hanya perempuan yang memiliki mimpi dan modal belajar untuk memperbaiki diri, untuk menjadi khalifah di muka bumi dan untuk menjadi ibu yang baik atas titipan-Mu kelak.


aku masih belum tahu, aku harus bagaimana. Aku masih diam...